Siswa siswi Kelas 4 SDN 01 Klegen Kota Madiun dengan menerapkan kurikulum merdeka Membuat Batik Ecoprint dengan judul "Menggabungkan Seni dan Kreativitas". Pendahuluan: Batik merupakan warisan asli budaya Indonesia yang memiliki nilai artistik dan historis yang tinggi. Proses pembuatan batik biasanya melibatkan pewarnaan menggunakan zat kimia yang dapat berdampak negatif pada pencemran lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, muncul tren baru dalam dunia batik yang dikenal sebagai "batik ecoprint ". Batik ecoprint menggunakan bahan-bahan alami dan ramah lingkungan, menggabungkan seni dan kreativitas dalam satu kesatuan. Di tingkat pendidikan dasar, siswa SDN 01 Klegen mulai diajarkan tentang teknik batik ecoprint untuk mengenalkan mereka pada seni tradisional yang ramah lingkungan. Pengenalan Batik Ecoprint : Batik ecoprint adalah teknik batik yang menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan akar-akaran untuk menciptakan pola dan warna ...
Pendahuluan Air merupakan sumber kehidupan yang sangat penting bagi manusia, hewan, dan tumbuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, air digunakan untuk minum, mandi, mencuci, serta kebutuhan lainnya. Namun, penggunaan air yang berlebihan dapat menyebabkan pemborosan dan berkurangnya ketersediaan air bersih. Melalui program Adiwiyata, sekolah mengajak seluruh warga sekolah untuk menerapkan gerakan hemat air sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan menggunakan air secara bijak agar sumber daya air tetap terjaga untuk masa depan. Tujuan Kegiatan Menumbuhkan kesadaran pentingnya menghemat air. Membiasakan penggunaan air secara bijak di lingkungan sekolah. Mendukung program sekolah Adiwiyata. Mengurangi pemborosan air bersih. Menanamkan sikap peduli lingkungan kepada siswa. Bentuk Kegiatan Mematikan kran air setelah digunakan. Menggunakan air secukupnya saat mencuci tangan. Memeriksa dan memperbaiki kran yang bocor. ...
Di SDN 01 Klegen kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran SBdP (Seni Budaya dan Prakarya) utamanya pada seni suara khususnya pada lagu daerah, terlihat peserta didik tidak antusias untuk mempelajari lagu daerah tersebut. Sangat jarang terlihat anak hafal lagu-lagu daerah. Hal ini dipicu adanya perkembangan gadget dimana anak lebih tertarik menikmati game. Lagu-lagu yang muncul di media sosial dan TV banyak menyuguhkan lagu-lagu yang tidak sesuai dengan usia mereka. Hal ini ditambah lagi banyaknya produser yang tidak menghasilan lagu-lagu anak-anak. Peserta didik cepat sekali hafal lagu-lagu yang tidak sesuai dengan usianya, lagu-lagu luar negeri seperti korea yang sudah menjadi fenomenal di Indonesia. Tanpa disadari lagu-lagu daerah menjadi terkikis bila tidak segera dicari solusinya. Kurang mengenalnya lagu-lagu daerah membuat peserta didik mendapatkan nilai rata-rata pada mata pelajaran SBdP utamanya seni suara masih dalam kategori C pada tahun 2018/2019 semester1 74,83 dan pada sem...
Komentar
Posting Komentar